Apa penyebab penyakit sifilis?

Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang lebih dikenal, juga disebut sebagai penyakit menular seksual (PMS). Hal ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan sering dapat dikenali dengan munculnya luka terbuka, yang dikenal sebagai chancre, pada alat kelamin, mulut, anus, atau dubur. Antibiotik dapat mengobati sifilis, tetapi tentu saja tergantung pada tahap mana infeksi berada (primer, sekunder, laten, dan tersier). Setiap tahap memiliki tanda dan gejala khasnya dan kemungkinan komplikasi.

Meskipun sifilis bisa menyusahkan, infeksi sering mudah diobati jika dikenali dan dideteksi, dan mudah dihindari dengan penggunaan kondom dan pengurangan jumlah pasangan seks.

>>bagaimana cara mengobati sifilis? [klik disini berkonsultasi]<<<

Penyakit sifilis disebabkan oleh
Treponema pallidum adalah bakteri berbentuk spiral yang hanya menyebabkan penyakit pada manusia. Sifilis ditularkan hampir melalui seks oral, vaginal, atau anal, atau dari ibu ke anak selama kehamilan. Yang lebih jarang, sifilis bisa dilewatkan melalui ciuman jika kulit yang rusak bersentuhan dengan luka terbuka. Sifilis tidak dapat dilewatkan melalui kursi toilet, kontak biasa, atau peralatan bersama atau barang-barang perawatan pribadi.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi seseorang:

• Seks yang tidak terlindungi
• Banyak pasangan seks
• Infeksi HIV
Bagaimana gejala sifilis?

Gejala-gejala sifilis ditandai oleh tahap infeksi. Sementara beberapa gejala tidak dapat dibedakan, yang lain kurang khas dan mungkin salah didiagnosis. berikut ini karakteristik penyakit sifilis

1. Sifilis primer

Sifilis primer sering bermanifestasi dengan chancre, biasanya dalam 21 hari setelah terpapar. Karena chancre biasanya tanpa rasa sakit dan internal, chancre dapat dengan mudah dilewatkan oleh pasien dan dokter. Tanpa perawatan, chancre akan sembuh di mana saja dari tiga hingga enam minggu.

2. Sifilis sekunder

Sifilis sekunder terjadi dalam empat hingga 10 minggu setelah infeksi primer. Salah satu gejala yang khas adalah ruam yang tersebar luas di batang tubuh, anggota badan, dan (yang paling jelas) telapak tangan dan telapak kaki. Gejala seperti flu bisa menyertai ruam. Gejala cenderung membaik tanpa perawatan dalam tiga hingga enam minggu.

3. Sifilis laten

Sifilis laten ditandai oleh tidak adanya gejala, berlangsung beberapa tahun, dan didasarkan pada tes darah. Untuk tujuan diagnostik, tahap ini digambarkan lebih lanjut sebagai laten dini (kurang dari setahun dari tes darah terakhir) atau terlambat laten (lebih dari setahun dari tes darah terakhir).

4. Sifilis tersier

Sifilis tersier adalah tahap infeksi yang paling serius. Ini ditandai dengan penyakit utama pada kulit, tulang, jantung, hati, dan organ lainnya. Neurosifilis, bisa dibilang komplikasi paling parah, mempengaruhi otak dan, sejauh ini, yang paling sulit diobati.

Sifilis kongenital adalah kondisi medis yang serius di mana seorang ibu yang terinfeksi melewati sifilis ke bayinya yang belum lahir. Selain paru-paru, hati, limpa, dan gangguan otak, sifilis kongenital dapat menyebabkan malformasi fisik dan wajah, keterlambatan perkembangan, dan cacat intelektual.



Jika mengalami sifilis, Anda dapat berkonsultasi dengan Klinik Apollo
Konsultasikan kondisi Anda pada Klinik Apollo, Spesalis Penyakit Kulit Dan Kelamin dengan biaya pengobatan terjangkau.

Klinik Apollo memiliki peralatan medis yang modern, dan dokter yang berpengalaman dalam bidangnya serta privasi pasien sangat terjaga.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai sifilis atau Anda memiliki keluhan lainnya silahkan hubungi hotline kami di nomor 0812-3388-1616.