Keputihan yang dialami wanita bisa terjadi secara tidak normal jika ada perkembangan dan pertumbuhan bakteri yang tidak seimbang pada vagina. Kondisi ini juga bisa disebut dengan vaginosis bakterialis dengan ciri keputihan berbau, gatal, dan keluar dalam warna yang berbeda dari keputihan normal.

Pada umumnya semua wanita dapat mengalami infeksi vagina yang menyebabkan keputihan. Namun ciri keputihan karena infeksi ini biasanya terjadi pada wanita yang sedang hamil atau sedang dalam masa subur.

Penyebab Keputihan Vaginosis Bakterialis

Terdapat dua bakteri di dalam organ kewanitaan, yaitu bakteri baik bernama lactobacillus yang berfungsi membantu membatasi pertumbuhan bakteri jahat seperti bakteri anaerob yang cara kerjanya menjaga keasaman organ tersebut.

Apabila wanita mengalami vaginosis bakterialis, maka jumlah bakteri jahat anaerob akan lebih banyak dibandingkan dengan bakteri jahat sehingga menyebabkan masalah berupa terjadinya ciri keputihan tidak normal karena ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri. Jumlah bakteri baik yang berkurang ini juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab meningkatnya risiko wanita terkena vaginosis bakterialis diantaranya :

  1. Menggunakan alat kontransepsi spiral
  2. Merokok
  3. Melakukan teknik permbersihan organ intim kewanitaan dengan cara disemprot
  4. Bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual
  5. Tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual

Ciri-ciri Keputihan Karena Vaginosis Bakterialis

  • Vaginosis bakterialis seringkali tidak menimbulkan gejala, namun pada sebagian wanita, ciri keputihan vaginosis bakterialis adalah keputihan yang tidak normal
  • Keputihan?Kuning?Kehijauan?Tanda?Penyakit?Menular?Seksual
  • Cairan yang keluar teksturnya encer
  • Keputihan berbau tidak sedap atau bahkan amis
  • Mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedao setelah melakukan hubungan seksual
  • Vagina terasa nyeri dan gatal
  • Rasa perih saat buang air kecil

>>> Konsultasi Lebih Lengkap Mengenai Keputihan, Klik Disini <<<

Diagnosis dan Penanganan Vaginosis Bakterialis

Untuk mendiagnosis keputihan karena adanya bakteri, sebagai langkah awal dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, gaya hidup, dan gejala yang dialami pasien. Pemeriksaan lain juga mungkin akan dokter lakukan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan tingkat keasaman vagina
  • Pemeriksaan sampel sekresi vagina

Vaginosis bakterialis bukan merupakan penyakit mematikan karena tidak terlalu berbahaya dan cenderung mudah untuk diobati, namun walaupun begitu penyakit ini tidak boleh dianggap sepele. Segera atasi dengan tuntas karena jika tidak ditangani, vaginosis bakterialis bisa menimbulkan komplikasi yang cukup berat seperti : infeksi menular seksual, penyakit radang panggul, dan kelahiran prematur pada ibu hamil.

Ciri keputihan tidak normal perlu segera diatasi dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkonsultasi dan berobat ke dokter serta mengikuti semua instruksi yang diberikan.

Penanganan dan pengobatan sangat bergantung dari penyebabnya seperti jamur ataupun bakteri. Anda tidak dianjurkan untuk menggunakan obat-obatan yang tidak sesuai dengan penyebabnya karena keputihan dapat bertambah parah. Misalnya, keputihan yang disebabkan jamur maka harus diatasi dengan antijamur atau antiseptik kewanitaan, atau saat keputihan disebabkan oleh bakteri maka harus diatasi dengan antibiotik ataupun antiseptik kewanitaan. Macam-macam pengobatannya pun beragam mulai dari pil yang diminum hingga salep ataupun cairan yang dioleskan di bagian dalam kemaluan.