Gejala Keputihan yang terjadi pada wanita

Gejala Keputihan yang terjadi pada wanita adalah keluarnya sebuah cairan melewati alat kelamin wanita yang jumlahnya banyak dan bukan darah. Menurut kedokteran bahwa keputihan atau bahasa latinnya leukorrhea ialah sekret putih yang berupa cairan kental yang keluar melalui vagina maupun uterus. Walaupun sekret berwarna putih tapi warnanya tidak akan selalu putih akan tetapi bergantung dari apa penyebab keluar nya cairan tersebut.

Pada dasarnya gejala keputihan merupakan hal yang selalu di keluhkan dan di takuti oleh para wanita baik tua maupun muda karena mereka menganggapnya adalah penyakit. Namun menurut dokter spesialist kebidanan dan kandungan mengatakan bahwa keputihan itu merupakan bukan suatu penyakit akan tetapi sebuah bentuk dari proteksi tubuh terhadap kebersihan vagina dan melindungi dari bakteri jahat yang dapat menimbulkan infeksi atau alergi.

Pada saat wanita mengalami gejala keputihan, mereka akan mengeluarkan cairan yang bersifat kental dari vaginanya. Cairan pada vagina inilah sesuatu yang secara alamiah berguna untuk membersihkan diri, sebagai pelicin dan sebagai pertahan dari segala infeksi

Kapan waktunya cairan keputihan itu dianggap biasa saja dan wajar?

  • Ketika pada pertengan siklus menstruasi
  • Pada saat kehamilan
  • Ketika sesaat akan menstruasi pada saat pertama kalinya

Apa Gejala Keputihan?

Keputihan masih dapat di bilang normal bila :

  1. Bentuk cairannya itu encer
  2. Warna cairannya bening atau sedikit putih
  3. Jumlah nya tidak terlalu banyak
  4. Tidak ada berbau
  5. Tidak membuat rasa gatal dan nyeri

Keputihan bisa di sebut normal jika mengandung deskuamasi (lepasan) pada jaringan vagina, jaringan pada leher rahim ( Serviks ).

Siapa saja yang dapat terkena keputihan tidak normal?

  1. Orang yang tidak menjaga kebersihan vaginanya
  2. Wanita yang selalu memakai obat – obatan untuk waktu yang cukup lama
  3. Wanita yang merokok
  4. Wanita ketika dalam keadaan stress
  5. Wanita yang mengalami obesitas
  6. Wanita yang menderita penyakit diabetes melitus
  7. Wanita yang pernah melakukan operasi kuret
  8. Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi spiral
  9. Wanita sering bertukar pasangan

Jika resiko – resiko diatas kita biarkan akan membuat lingkungan di daerah sekitar vagina tidak menjadi ideal lagi dan itu akan membuat bertambahnya bakteri dan membuat jadi infeksi pada vagina.