Gonore merupakan jenis infeksi menular seksual yang bisa menyerang siapa saja baik laki-laki maupun perempuan di segala usia. Gonore pada wanita hamil bisa dikatakan lebih berisiko karena mempunyai kemungkinan penularan kepada bayi yang ada dalam kandungan. Jika tidak ditangani secara serius, gonore pada wanita hamil dapat meningkatkan risiko bakteri yang sama pada bayi dan menyebabkan kebutaan permanen.

Gejala dan bahaya gonore pada wanita hamil

 

Banyak kasus wanita hamil yang tidak menyadari bahwa ia telah terinfeksi bakteri gonore. Hal ini dikarenakan gejala gonore pada wanita hamil tidak spesifik atau tidak terlalu jelas. Apabila tidak segera diobati, dapat menimbulkan berbagai bahaya seperti :

  • Komplikasi kehamilan
  • Keguguran kandungan
  • Persalinan prematur
  • Air ketuban pecah sebelum waktunya
  • Infeksi pada lapisan dinding dalam rahim
  • Kehamilan di luar rahim
  • Wanita hamil yang terinfeksi gonore juga lebih rentan terserang virus HIV dan beberapa penyakit menular seksual lainnya
  • Kemungkinan infeksi rahim setelah melahirkan

Ciri dan gejala gonore pada wanita hamil

Gejala gonore pada wanita hamil seringkali keluhannya mirip dengan keluhan kehamilan bisa pada umumnya seperti keputihan, pendarahan, atau muncul bercak darah pada vagina. Disamping itu, jika muncul gejala yang lebih spesifik akan terjadi hal-hal sebagai berikut:

Baca Juga : Penularan Infeksi Gonore

  • Muncul cairan aneh dari vagina yang mirip seperti keputihan, namun teksturnya menyerupai krim. Cairan ini biasanya berwarna kuning atau kehijauan
  • Merasa nyeri saat buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering dan banyak dari pada biasanya
  • Muncul bercak darah dari vagina
  • Nyeri panggul
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Setelah gejala-gejala diatas biasanya akan diikuti dengan demam, atau mata yang berubah memerah dan disertai gatal

Bahaya gonore pada bayi yang baru lahir

Wanita hamil yang terinfeksi gonore memiliki kemungkinan menularkan infeksi pada bayinya saat proses persalinan. Hal ini terjadi ketika bayi bersentuhan dengan cairan kelamin ibunya. Gejala penyakit kencing nanah pada bayi yang telah terinfeksi biasanya muncul 2 sampai 5 hari setelah persalinan.

Bayi yang tertular bakteri kencing nanah dari ibunya berisiko mengalami kondisi seperti konjungtivis, infeksi berat, radang sendi, infeksi kulit, infeksi meningitis, kecacatan atau kebutaan permanen pada bayi.

Cara mengatasi gonore pada wanita hamil

Jika Anda wanita yang sedang hamil dan mengalami gejala-gejala mirip kencing nanah, segeralah memeriksakan diri dan berkonsultasi kepada dokter agar mendapat penanganan dan pengobatan sesuai yang diperlukan.

Dokter akan melakukan tes pada saat kunjungan pemeriksaan kehamilan pertama dan trimester akhir kehamilan. Kencing nanah pada wanita hamil dapat disembujkan dengan antibiotik yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Selain itu, wanita yang sedang hamil yang sedang menjalani pengobatan kencing nanah dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual hingga penyakit dinyatakan benar-benar sembuh.