web analytics
Helodokter

Helodokter.com adalah sebuah web yang berisikan informasi mengenai Pengobatan Gejala Penyakit Kelamin, Gejala Penyakit Keputihan serta Pengobatan Penyakit Keputihan

 Reservasi 

Jam Klinik

SENIN - MINGGU 10:00-20:00

Lokasi

Jl.Pangeran Jayakarta 115 C1-3 Jakarta Pusat 10730

Telp           : 021-62303060
Handphone : 081-336361555

See the map

Follow Us

Konsultasi


Kencing Nanah

Berapa Lama Gonore Bisa Sembuh?

 

 

Penyakit gonore bisa sembuh jika pasien benar-benar melakukan perawatan dan proses penyembuhan yang diberikan oleh dokter. Sebagai contoh pengobatan antibiotik, harus dihabiskan dan tidak boleh terlewat satu kali pun karena dokter sudah memberikan dosisnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien.

Lama waktu proses penyembuhan gonore secara total akan sangat tergantung pada banyak hal. Salah satunya, sudah berapa lama pasien mengidap gonore sebelum diagnosa dan tingkat keparahan penyakit tersebut yang dilihat dari gejala dan risiko komplikasinya. Kedua faktor inilah yang akan membantu dokter untuk menentukan jenis, dosism dan durasi pemberian obat untuk pasien penderita gonore.

 

Gejala Gonore

Gejala penyakit gonore yang sering ditemukan pada penderitanya antara lain :

  • Keluar cairan mirip nanah yang berwarna putih susu, kekuningan atau hijau dari alat kelamin vagina atau penis
  • Buang air kecil terasa perih dan sakit, diikuti dengan frekuensi yang lebih sering setiap harinya walaupun jumlahnya sedikit-sedikit
  • Rasa sakit pada testis
  • Pembengkakan pada kulup
  • Pembengkakan pada vulva
  • Bagi wanita yang terinfeksi gonore, akan mengalami gejala seperti demam, menstruasi yang lebih berat, dan pendarahan usai melakukan hubungan seksual
  • Jika sperma yang terinfeksi bakteri gonore mengenai mata, bisa menyebabkan konjungtivis. Akibatnya mata akan mengeluarkan cairan, iritasi dan terasa sakit
  • Jika bakteri penyakit gonore menyerang dubur, bisa menyebabkan keluarnya cairan, rasa sakit pada saat buang air besar

 

Ciri Gonore yang Sudah Sembuh

 

Gonore yang sudah membaik atau sudah sembuh ditandai dengan ciri seperti berikut :

  • Gejala mereda dan hilang total
  • Tidak merasakan nyeri saat buang air kecil
  • Nanah berhenti keluar dari alat kelamin
  • Frekuensi buang air kecil normal
  • Tidak ada tanda-tanda lagi pembengkakan pada penis maupun vagina

 

Gonore bisa sembuh jika Anda menjalani segala pengobatan sesuai dengan aturan yang telah diberikan oleh dokter. Umumnya, dokter akan kembali meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lagi dalam 1 hingga 2 minggu setelah terapi antibiotik atau pengobatan gonore lainnya selesai.

Dokter akan kembali melakukan tes di laboratorium dengan cara :

  • Tes cairan kelamin
  • Tes darah
  • Tes urin

Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut berfungsi untuk memastikan apakah bakteri gonore masih tinggal di tubuh. Gonore bisa sembuh total apabila sampel cairan tubuh pasien tidak lagi menampakkan adanya bakteri penyebab gonore atau bakteri menular seksual lainnya.

 

Pencegahan Gonore

Gonore bisa sembuh namun hal ini bukan berarti tubuh Anda akan kebal dari bakteri menular seksual setelah menjalani pengobatan antibiotik. Pasien gonore yang telah sembuh masih memiliki kemungkinan kembali untuk terinfeksi penyakit yang sama jika kembali terlibat dalam hubungan seksual yang berisiko menularkan penyakit menular seksual.

Beberapa pencegahan yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari penyakit gonore antara lain:

  • Berhenti melakukan kontak seksual dengan seseorang yang telah positif dinyatakan mengidap penyakit gonore
  • Berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan mengenai riwayat penyakit seksual yang dialami untuk mencari solusi dan jalan keluar penyembuhannya
  • Tidak terlibat dalam hubungan seksual yang tidak aman, seperti berganti-ganti pasangan
  • Tidak melakukan seks secara bebas karena hal ini bisa membuat kerugian dan berdampak buruk yang akan menimpa Anda sendiri
  • Meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular berbagai penyakit

 

Bahaya Gonore Bisa Menyebar Ke Seluruh Tubuh

 

Bahaya gonore berupa komplikasi atau masalah jangka panjang bukan tidak mungkin bisa Anda alami jika gonore dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat. Bahaya gonore dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menimbulkan penyakit dan gangguan lain yang lebih serius.

Pada pria, gonore bisa menyebabkan penurunan tingkat kesuburan akibat infeksi pada testis dan kelenjar prostat. Sedangkan pada wanita, bahaya gonore yang mengancam adalah dampaknya pada organ reproduksi seperti radang panggul, kemandulan, dan kehamilan di luar rahim.

 

Ciri dan Gejala Penyakit Gonore Pada Wanita

 

Kasus gonore yang terjadi pada wanita gejalanya tidak terlihat secara jelas, banyak yang mengira gejala gonore yang mereka alami adalah infeksi jamur vagina pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa gejala gonore yang muncul pada wanita :

 

  • Vagina mengeluarkan cairan menyerupai krim berwarna kuning atau kehijauan
  • Sakit saat buang air kecil dan terasa sensasi panas pada vagina
  • Nyeri ketika berhubungan seksual
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau pada bagian panggul
  • Pembengkakan pada vulva
  • Rasa panas dan terbakar setelah oral seks
  • Demam

 

 

 

Ciri dan Gejala Penyakit Gonore Pada Pria

 

  • Gejala awal gonore pada pria biasanya muncul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi
  • Nyeri pada saluran kencing
  • Penis mengeluarkan nanah dan sebagian gejala gonore pada pria lainnya juga disertai munculnya bercak darah
  • Nanah gonore bisa muncul saat pria buang air kecil atau ejakulasi
  • Rasa gatal pada anus
  • Penis membengkak dan kemerahan
  • Sakit tenggorokan

 

Bahaya Gonore dan Kemungkinan Komplikasi

 

Bahaya gonore jika tidak segera mendapat penanganan adalah menyebarnya bakteri ke seluruh tubuh dan bahkan akan mengganggu aliran darah. Gonore dapat memicu terjadinya komplikasi berupa infertilitas atau kemandulan, baik pada pria maupun wanita.

Pada wanita, gonore yang tidak diobati atau tidak mendapat pengobatan secara tuntas akan menyebar dari serviks (leher rahim) menuju uterus (rahim), saluran telur, dan ovarium, sehingga menyebabkan penyakit radang panggul. Bahaya gonore juga dapat menyebabkan kemandulan maupun komplikasi pada kehamilan dan persalinan.

Sedangkan pada pria, infeksi gonore dapat menyebar melalui saluran kecing menuju testis, epididimis, dan merusak proses pembentukan sperma di dalamnya. Bakteri gonore yang menyerang pria juga dapat menginfeksi kelenjar prostat.

Bakteri penyebab gonore dapat menyebar melalui aliran darah menuju area lain di tubuh, termasuk sendi. Infeksi yang berjalan sistemik ini akan menyebabkan demam pada penderitanya, ruam merah pada kulit, nyeri sendi, dan beberapa penyakit lainnya.

 

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Gonore

 

Bahaya gonore dapat Anda hindari jika melakukan deteksi lebih awal dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi. Pengobatan gonore yan paling tepat adalah melalui penanganan medis yang dilakukan oleh dokter ahli penyakit kelamin. Dalam mendiagnosa penyakit gonore yang dialami oleh pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan bagian-bagian tubuh yang berpotensi terkena bakteri gonore seperti alat kelamin, anus, mata, dan tenggorokan.

Sebagai penanganan, gonore membutuhkan obat-obatan berupa antibiotik yang diresepkan oleh dokter setelah ia memeriksa bagaimana kondisi yang pasien alami. Antibiotik ini harus dihabiskan secara tuntas agar Anda benar-benar sembuh dari bakteri gonore.

Sedangkan untuk pencegahan gonore dan penyakit menular seksual lainnya Anda sebaiknya menghindari beberapa perilaku seksual seperti berganti-ganti pasangan, dan tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Gejala Gonore Pada Pria yang Tidak Boleh Diabaikan

 

 

Penyakit menular seksual gonore atau yang juga biasa disebut dengan penyakit kencing nanah merupakan penyakit yang dilaporkan semakin mengalami peningkatan penderitanya. Setiap tahunnya, sekitar 80 juta orang di seluruh dunia terinfeksi penyakit yang paling sering ditularkan melalui hubungan seksual. Pada pria, gejala gonore yang paling umum adalah keluarnya cairan dari penis mirip nanah berwarna kuning atau kehijauan dan rasa sakit saat buang air kecil.

 

Gejala Gonore Pada Pria

 

  • Penis mengeluarkan cairan nanah

 

Gejala gonore berupa keluarnya nanah dari penis merupakan gejala yang paling banyak dialami. Warna cairan yang keluar dari penis tidak konsisten atau bervariasi, bisa kuning, krem, atau kehijauan dan volumenya normal.

 

  • Gatal pada bagian dan sekitar alat kelamin

 

Gonore adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini akan memicu rasa gatal dan mempengaruhi rektum, sehingga keluar cairan nanah atau bahkan bercak darah. Gejala gonore lain yang mungkin akan dialami pria adalah sakit saat buang air kecil dan diare.

 

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

 

Salah satu cara penularan gonore adalah hubungan seks yang berbentuk oral. Banyak orang akan mengalami gejala gonore radang dan sakit di tenggorokannya setelah terinfeksi bakteri penyakit gonore. Sebagian pria juga akan merasakan sakit dan mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening.

 

  • Nyeri dan bengkak pada bagian alat kelamin

 

Beberapa pria tidak menunjukkan gejala awal ketika mereka terinfeksi gonore, namun jika infeksi ini menyebar ke daerah sekitarnya seperti skrotum dan testis, pria tersebut bisa langsung mengalami epididimis. Penderita akan merasakan gejala gonore nyeri pada pangkal paha dan testis yang membengkak.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Terinfeksi Penyakit Gonore

 

Infeksi gonore menular melalui hubungan seksual yang tidak aman, karena bakteri penyakit gonore sangat mudah untuk berpindah dan berkembang di area yang hangat dan lembab di dalam tubuh. Gejala gonore pria yang paling sering ditemukan adalah pada alat kelamin, anus, saluran kencing, rongga mulut dan tenggorokan. Beberapa faktor yang akan meningkatkan risiko seseorang terinfeksi penyakit gonore antara lain :

 

  • Terlibat dalam hubungan seks yang tidak sehat, yaitu dengan pasangan yang telah terinfeksi gonore
  • Tidak menggunakan pengaman berupa kondom saat berhubungan seksual
  • Sering berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual
  • Melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak diketahui riwayat hubungan seksual sebelumnya
  • Tidak berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan mengenai riwayat seksual masing-masing.

 

 

Bahaya Gonore Jika Diabaikan

 

Meskipun penyakit gonore bisa diobati, namun jika diabaikan begitu saja tanpa mendapat penanganan gonore dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan memicu penyakit lain yang lebih serius bahkan komplikasi.  Beberapa bahaya yang akan muncul jika tidak mendapat penanganan antara lain:

  • Radang pada persendian
  • Peradangan pada otak
  • Peradangan pada saraf tulang belakang
  • Iritasi dan kemerahan pada kulit
  • Gangguan aliran darah ke jantung
  • Masalah pada kesuburan pria

 

Jika Anda merasakan gejala gonore seperti yang telah disebutkan diatas, atau merasa telah melakukan hubungan seksual yang berisiko menularkan penyakit menular seksual walapun belum menemui gejala, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Mendeteksi penyakit gonore sedini mungkin akan menurunkan risiko bahaya yang bisa ditimbulkan dan mencegah penularannya lagi kepada orang lain.

Gonore Pada Wanita Hamil

 

Gonore merupakan jenis infeksi menular seksual yang bisa menyerang siapa saja baik laki-laki maupun perempuan di segala usia. Gonore pada wanita hamil bisa dikatakan lebih berisiko karena mempunyai kemungkinan penularan kepada bayi yang ada dalam kandungan. Jika tidak ditangani secara serius, gonore pada wanita hamil dapat meningkatkan risiko bakteri yang sama pada bayi dan menyebabkan kebutaan permanen.

 

Gejala dan bahaya gonore pada wanita hamil

 

Banyak kasus wanita hamil yang tidak menyadari bahwa ia telah terinfeksi bakteri gonore. Hal ini dikarenakan gejala gonore pada wanita hamil tidak spesifik atau tidak terlalu jelas. Apabila tidak segera diobati, dapat menimbulkan berbagai bahaya seperti :

  • Komplikasi kehamilan
  • Keguguran kandungan
  • Persalinan prematur
  • Air ketuban pecah sebelum waktunya
  • Infeksi pada lapisan dinding dalam rahim
  • Kehamilan di luar rahim
  • Wanita hamil yang terinfeksi gonore juga lebih rentan terserang virus HIV dan beberapa penyakit menular seksual lainnya
  • Kemungkinan infeksi rahim setelah melahirkan

 

Ciri dan gejala gonore pada wanita hamil

Gejala gonore pada wanita hamil seringkali keluhannya mirip dengan keluhan kehamilan bisa pada umumnya seperti keputihan, pendarahan, atau muncul bercak darah pada vagina. Disamping itu, jika muncul gejala yang lebih spesifik akan terjadi hal-hal sebagai berikut:

 

  • Muncul cairan aneh dari vagina yang mirip seperti keputihan, namun teksturnya menyerupai krim. Cairan ini biasanya berwarna kuning atau kehijauan
  • Merasa nyeri saat buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering dan banyak dari pada biasanya
  • Muncul bercak darah dari vagina
  • Nyeri panggul
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual
  • Setelah gejala-gejala diatas biasanya akan diikuti dengan demam, atau mata yang berubah memerah dan disertai gatal

 

Bahaya gonore pada bayi yang baru lahir

Wanita hamil yang terinfeksi gonore memiliki kemungkinan menularkan infeksi pada bayinya saat proses persalinan. Hal ini terjadi ketika bayi bersentuhan dengan cairan kelamin ibunya. Gejala penyakit kencing nanah pada bayi yang telah terinfeksi biasanya muncul 2 sampai 5 hari setelah persalinan.

 

Bayi yang tertular bakteri kencing nanah dari ibunya berisiko mengalami kondisi seperti konjungtivis, infeksi berat, radang sendi, infeksi kulit, infeksi meningitis, kecacatan atau kebutaan permanen pada bayi.

 

Cara mengatasi gonore pada wanita hamil

Jika Anda wanita yang sedang hamil dan mengalami gejala-gejala mirip kencing nanah, segeralah memeriksakan diri dan berkonsultasi kepada dokter agar mendapat penanganan dan pengobatan sesuai yang diperlukan.

 

Dokter akan melakukan tes pada saat kunjungan pemeriksaan kehamilan pertama dan trimester akhir kehamilan. Kencing nanah pada wanita hamil dapat disembujkan dengan antibiotik yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Selain itu, wanita yang sedang hamil yang sedang menjalani pengobatan kencing nanah dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual hingga penyakit dinyatakan benar-benar sembuh.

Antibiotik Untuk Kencing Nanah

Kencing nanah merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang menjadi momok setiap pelaku seksual aktif. Penyakit ini tidak menyebabkan masalah jangka panjang apabila diobati pada awal infeksi. Obat yang paling umum digunakan adalah antibiotik untuk kencing nanah. Antibiotik ini berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel-sel sekaligus membunuh bakteri penyebab kencing nanah.

Antibiotik untuk kencing nanah umumnya hanya akan digunakan jika pasien terkena kencing nanah pada tahap awal. Beberapa pasien kencing nanah yang menjalani pengobatan pada tahap awal yakni :

  • Seseorang yang baru saja dinyatakan positif terkena bakteri kencing nanah
  • Seseorang yang berhubungan seksual dalam 2 bulan terakhir dengan pasangan yang didiagnosis menderita kencing nanah
  • Bayi yang baru saja lahir dari ibunya yang menderita penyakit kencing nanah

 

Apa saja jenis antibiotik untuk kencing nanah?

  • Ceftriaxone (rocephin)

Obat antibiotik ini digunakan secara bersamaan dengan azithromycin yang berfungsi menghambat pertumbuhan dinding sel bakteri yang sudah mencapai darah.

 

  • Azithromycin

Jenis antibiotik ini digunakan untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran infeksi bakteri penyakit gonore.

 

  • Cefixime dan sefalosporin

Obat ini sebagai pengganti bila ceftriaxone tidak tersedia. Cara kerja obat ini akan menghambat sintesis dinding sel bakteri dan digunakan bersamaan dengan azithromycin. Dua-duanya digunakan bila pasien tidak memiliki komplikasi.