DIAGNOSA PENYAKIT PROSTATITIS

Free Blog TemplateBenign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak adalah hal ketika kelenjar prostat mendapatkan pembengkakan, namun tidak bersifat kanker. Kelenjar prostat yaitu sebuah kelenjar berukuran tipis yang terletak pada rongga pinggul antara kandung kemih dan penis.

Pada ketika terjadi ejakulasi, prostat jadi berkontraksi sehingga cairan ini akan dikeluarkan bersamaan dengan sperma, hingga menghasilkan cairan semen.

Karena kelenjar prostat hanya dimiliki oleh pria, maka tentu saja semua penderita BPH adalah pria. Umumnya pria yang terkena kondisi ini berusia tadinya 50 tahun. Banyak penderita yang berpikiran bahwa menderita BPH berarti memiliki risiko yang lebih tinggi bagi menderita kanker prostat. Siapa sangka anggapan ini tidak tepat, karena hingga saat di sini masih belum ditemukan keterkaitan antara BPH terhadap peningkatan risiko kanker prostat.

sms button simpati+62813-1518-6262



Gejala BPH

Berikut ini gejala-gejala yang biasanya dirasakan dengan penderita pembesaran prostat jinak (BPH):

  1. Selalu ingin berkemih, terutama pada malam hari.

  2. Nyeri saat buang air kecil.

  3. Inkontinensia urineatau beser.

  4. Sulit mengeluarkan urine.

  5. Mengejan pada waktu berkemih.

  6. Aliran urine tersendat-sendat.

  7. Mengeluarkan a stream of pee yang disertai darah.

  8. Merasa tidak tuntas setelah berkemih.

Munculnya gejala-gejala tersebut dikarenakan oleh tekanan pada kandung kemih dan uretra waktu kelenjar prostat mengalami pembesaran.

Konsultasi pada dokter disuruh jika seseorang merasakan gejala BPH, meski ringan. Pemeriksaan sangat diperlukan mengingat muncul beberapa kondisi lain yang gejalanya sama dengan BPH, di antaranya :

  • Prostatitis ataupun radang prostat.

  • Infeksi saluran kemih.

  • Penyempitan uretra.

  • Penyakit batu ginjal dan batu kandung kemih.

  • Bekas luka operasi pada leher kandung kemih.

  • Kanker kandung kemih.

  • Kanker prostat.

  • Gangguan di dalam saraf yang mengatur kegiatan kandung kemih.

Penyebab BPH

Sebenarnya penyebab persis pembesaran prostat jinak (BPH) tena belum diketahui. Namun hal ini diperkirakan terjadi sebab adanya perubahan pada kadar hormon seksual akibat cara penuaan.

Secara umum, prostat akan terus tumbuh seumur hidup. Pada beberapa fall, prostat akan terus meningkat dan mencapai ukuran yang cukup besar sehingga bertahap akan menghimpit uretra. Uretra yang terjepit menyebabkan urine susah pergi dari, sehingga terjadilah gejala-gejala BPH seperti yang telah diterangkan di atas.

Beberapa aspek yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena BPH {ialah|merupakan}:

  • Kurang berolahraga dan obesitas.

  • Faktor penuaan.

  • Menderita penyakit jantung atau diabetes.

  • Efek samping obat-obatan penghambat beta (beta blockers).

  • Keturunan.

Medical diagnosis BPH

Dalam mendiagnosis pembengkakan prostat jinak (BPH), dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan oleh pasien lebih dahulu, misalnya:

  • Apakah haluan urine sering lemah ataupun tersendat-sendat?

  • Seberapa sering pasien merasa berkemih tidak sebaik-baiknya tuntas?

  • Seberapa sering pasien terbangun di malam hari untuk berkemih?

  • Seberapa hampir sering pasien mengejan untuk berkemih?

  • Apakah pasien hampir sering sulit menahan keinginan berkemih?

  • Apakah pasien berkemih lebih dari satu saat dalam kurun waktu 2 jam?

Berapa Biaya Pengobatan Prostatitis ? Klik Konsultasi
Apakah Perlu Perawatan Khusus ? Klik konsultasi
Berapa Lama Untuk Penyembuhannya ? Klik konsultasi
Apakah Setelah Berobat Penyakitnya Dapat Kambuh Lagi ? Klik konsultasi

Tes lanjut

Ada beberapa macam tes lanjutan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis BPH, antara lain:

  1. Tes a stream of pee. Tes ini dilakukan andai dokter mencurigai gejala yang dirasakan oleh pasien tidak merupakan disebabkan oleh BPH, tetapi oleh kondisi lainnya, misalnya infeksi saluran kemih ataupun batu ginjal.

  2. Biopsi prostat. Dokter akan mengambil sampel jaringan prostat pasien diperiksa secara seksama pada laboratorium.

  3. Tes darah. Komponen yang diperiksa dalam tes ini adalah protein prostat spesifik antigen (PSA), diantaranya suatu protein yang dihasilkan Jika kadar PSA pasien tinggi, maka kemungkinan pasien menderita BPH juga jadi besar. Jika kenaikan ini terjadi secara signifikan, hingga risiko pasien untuk terkena kanker prostat juga muncul.

  4. Tes kelancaran aliran a stream of pee. Menggunakan monitor, dokter akan meraih melihat besarnya tekanan pada dalam kandung kemih serta seberapa baik kinerja body organ tersebut saat pasien berkemih.

  5. Tes neurologi. Dokter memeriksa secara singkat kesehatan mental serta sistem saraf pasien untuk membantu mendiagnosis adanya gangguan buang air kecil karena penyebab yang lain selain pembesaran prostat.

  6. CT urogram. Metode pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui situasi saluran kemih pasien, umpama apakah ada kerusakan di dalam saluran tersebut atau apakah ada penyumbatan yang dikarenakan kondisi selain BPH, misalnya penyakit batu kandung kemih atau batu ginjal.

  7. Pielografi intravena. Pada prosedur, dokter menyuntikkan bahan kontras melalui pembuluh darah selanjutnya mengambil gambaran ginjal dengan foto Rontgen, untuk memeriksa fungsi ginjal dan haluan urine dari ginjal menuju kandung kemih.

  8. USG transrektal atau USG melalui dubur. Melalui pemeriksaan dengan memanfaatkan gelombang suara ini, dokter akan mendapatkan gambar kelenjar prostat dan bagian pada sekelilingnya secara lebih rinci guna mengetahui apakah pasien menderita BPH atau hal lainnya seperti kanker.

  9. Sistoskopi. Dokter akan memasukkan sistoskop untuk memeriksa keadaan uretra dan kandung kemih dalam.

Selain untuk menentukan bahwa gejala yang dirasakan oleh pasien adalah gara-gara BPH dan bukan dikarenakan oleh kondisi-kondisi lainnya, tes-tes lebih lanjut juga meraih membantu dokter Klinik Apollo akan memberikan pengobatan yang tepat.

"Apabila anda mengalami gejala prostatitis seperti diatas segera periksakan diri anda dengan dokter ahli spesialis Klinik Apollo."

Klinik Apollo merupakan penyedia layanan kesehatan berbasis klinik yang menangani masalah penyakit kulit dan kelamin. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar penyakit yang anda rasakan, Anda dapat menghubungi hotline kami di (021)-62303060 untuk berbicara dengan ahli kesehatan Klinik Apollo, atau klik gambar di bawah ini untuk konsultasi langsung dengan kami, atau bisa segera datang langsung ke Klinik Apollo, Alamat: Jl. P.Jayakarta Komplek 115 C1-3, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730

sms button simpati




Posted By: Kesehatan Kelamin Category: Layanan Penyakit Date: 10 Maret 2017
Tentang Andrologi

Andrologi adalah spesialisasi medis yang berhubungan dengan kesehatan pria, secara khusus kepada masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan sistem urin pria. Andrologi merupakan lawan dari ginekologi yang menangani masalah kesehatan wanita.

Lokasi Kami : Jl.Pangeran Jayakarta 115 C1-3 Jakarta Pusat 10730 Telp: 021-62303060 Atau Telp: 0813-15186262 Terima Kasih.


# # # #




Auto Backlink Gratis Indonesia : Top Link Indo